Minggu, 19 Desember 2010
BIOS software
Setiap kategori terdiri dari option-option pilihan , misalnya :
Standar CMOS Setup
konfigurasi hardware yang paling dasar seperti date, time, hd,drive,video
Bios Features Setup
Konfigurasi untuk tingkat lanjuntan seperti Virus warning, CPU internal Cache External Cache, Quick Power On Self Test, Boot Sequences, dll
Integrated Peripheral
Mengendalikan fungsi-fungsi tambahan pada motherboard seperti port serial mau pun paralel. Nonaktifkan ( disabled) saja yang Anda tidak butuhkan untuk dapat membebaskan IRQ.
Chipset Features
Option untuk mengoptimalkan bagi yang expert dan professional,ada DRAM timing, CAS Latency, SDRAM cycle length, AGP aperture, AGV mode.
PnP/PCI Configurations
Sebaiknya pilih semua konfigurasi pada pilihan Auto, kecuali port USB
atau grafik 3D yang sering membuat masalah. Bila demikian berikan interrupt tersendiri.
Load BIOS Default & Load SETUP default
untuk mengembalikan fungis secara standar sebelum diubah-ubah.
SAVE & EXIT SET-UP
menyimpan dan keluar bios
Sabtu, 18 Desember 2010
POST (Power On Self Test)
POST (Power on Self-Test) yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC apakah bekerja dengan baik. POST dilakukan PC pada saat booting. Jika sebuah kesalahan terdeteksi oleh POST, maka sistem umumnya akan menampilkan beberapa kode kesalahan. Kode tersebut dapat berupa pesan tampilan di layar, suara beep, atau kedua-duanya. Indikasi dari adanya masalah sewaktu POST dinyatakan :
• Kode kesalahan : dua sampai lima digit angka
• Pesan kesalahan : pesan singkat dalam bahasa Inggris (ada beberapa pesan yang menunjukkan problemnya)
• Kode beep : suara beep berurutan
Selain itu pesan/peringatan kesalahan juga dapat dideteksi melalui kinerja dari PC, misalkan PC tidak hidup walaupun sumber listrik AC sudah terhubung dan tombol power sudah ditekan.
Prosedur POST
POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah sebagai berikut :
a) Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar.
b) Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
c) Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
d) Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
e) Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
f) Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
g) Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.
Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan kesalahan berupa kode beep yang dikeluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.
Langkah-langkah POST :
a) Tes CPU: interupsi ditutup, pengetesan flag internal, dan pengetesan register internal
b) Test checksum ROM BIOS: pengetesan checksum ROM BIOS. Hasil checksum LSB harus nol.
c) Tes Timer 1: Timer 1 8253 diprogram pada operasi mode 2, pengecekan pada akses dasar pencacah, pengecekan pada pencacah.
d) Tes DMAC: pengetesan pada semua saluran register alamat dan register pencacah DMA, inisialisasi saluran 0 DMA, inisialisasi timer 1, memulai siklus memori refresh.
e) Tes 16 KB DRAM: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali.
f) Inisialisasi Interrupt controller: control word dikirim untuk inisialisasi mode interrupsi, pengesetan vector interupsi di memori.
g) Tes Interrupt controller: seting dan pengesetan ulang register interupsi, menempat-kan stack-stack kesalahan interupsi.
h) Inisialisasi Timer 0: timer 0 diinisialisasi pada operasi mode 3, cek timer 0.
i) Tes CRT controller: inisialisasi CRT controller, test RAM video, cek sebagian parity error, setup mode video melalui pembacaan konfigura-si, pengujian pewaktuan dan signal sinkronisasi gambar.
j) Tes DRAM di atas 16KB: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali, jika ada kesalahan akan ditampil-kan alamat kesalahan dan data di layar.
k) Tes Keyboard: cek keyboard dengan kondisi keyboard reset, cek penekanan kunci pada keyboard.
l) Tes Disk drive: cek semua card adapter disket dan disk drive yang terpasang, POST memanggil sistem operasi dari disk.
L angkah-langkah POST tersebut dapat diringkas sebagai berikut :
a) Test 1 (Basic System): cek power supply, MPU, bus, dan ROM (langkah a-b)
b) Test 2 (Extended System): cek system timer, DMAC, 16KB lokasi awal DRAM dan PIC (langkah c-h)
c) Test 3 (Display): cek sistem pengendali signal video pada card monitor dan VRAM (langkah i)
d) Test 4 (Memory): cek lokasi DRAM di atas 16KB dengan disampling / dicuplik (langkah j)
e) Test 5 (Keyboard): cek keyboard (langkah k)
f) Test 6 (Drive): cek adapter card dan peripheral disk drive dan hard disk (langkah l)
Pesan/Peringatan Kesalahan POST
Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performance PC, visual di monitor dan beep dari speaker. Prosedur test POST yang telah dilakukan untuk memastikan bahwa unit power supply dan monitor bekerja dengan baik. Jika tahap ini dapat dilewati maka bios mulai meneruskan POST selanjutnya. Adapun hasil dari POST selanjutnya ditunjukkan dengan kode beep apabila ditemukan permasalahan. Bunyi kode beep yang ditunjukkan sesuai dengan BIOS yang digunakan.
Pada PC tertentu menggunakan tone yang pada prinsipnya sama dengan beep untuk memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara. Selain beep biasanya pada kondisi tertentu dapat dilihat juga pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk text yang ditampilkan pada layar monitor. Text tertulis merupakan bagian dari POST yang dapat dilaksanakan apabila VGA card dan monitor dalam keadaan baikdan terinstalasi dengan benar. User dapat langsung mengetahui masalah yang ada dengan membaca text peringatan. Misalnya yaitu:
Keyboard error : untuk masalah pada keyboard
CMOS error : cmos battery error atau ada masalah pada setting peripheral
HDD not Install : harddisk tidak terpasang
Secara umum pesan/peringatan kesalahan yang ditampilkan mudah untuk difahami oleh user. Hanya saja pesan dalam bahasa Inggris.
• Kode kesalahan : dua sampai lima digit angka
• Pesan kesalahan : pesan singkat dalam bahasa Inggris (ada beberapa pesan yang menunjukkan problemnya)
• Kode beep : suara beep berurutan
Selain itu pesan/peringatan kesalahan juga dapat dideteksi melalui kinerja dari PC, misalkan PC tidak hidup walaupun sumber listrik AC sudah terhubung dan tombol power sudah ditekan.
Prosedur POST
POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah sebagai berikut :
a) Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar.
b) Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
c) Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
d) Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
e) Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
f) Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
g) Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.
Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan kesalahan berupa kode beep yang dikeluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.
Langkah-langkah POST :
a) Tes CPU: interupsi ditutup, pengetesan flag internal, dan pengetesan register internal
b) Test checksum ROM BIOS: pengetesan checksum ROM BIOS. Hasil checksum LSB harus nol.
c) Tes Timer 1: Timer 1 8253 diprogram pada operasi mode 2, pengecekan pada akses dasar pencacah, pengecekan pada pencacah.
d) Tes DMAC: pengetesan pada semua saluran register alamat dan register pencacah DMA, inisialisasi saluran 0 DMA, inisialisasi timer 1, memulai siklus memori refresh.
e) Tes 16 KB DRAM: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali.
f) Inisialisasi Interrupt controller: control word dikirim untuk inisialisasi mode interrupsi, pengesetan vector interupsi di memori.
g) Tes Interrupt controller: seting dan pengesetan ulang register interupsi, menempat-kan stack-stack kesalahan interupsi.
h) Inisialisasi Timer 0: timer 0 diinisialisasi pada operasi mode 3, cek timer 0.
i) Tes CRT controller: inisialisasi CRT controller, test RAM video, cek sebagian parity error, setup mode video melalui pembacaan konfigura-si, pengujian pewaktuan dan signal sinkronisasi gambar.
j) Tes DRAM di atas 16KB: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali, jika ada kesalahan akan ditampil-kan alamat kesalahan dan data di layar.
k) Tes Keyboard: cek keyboard dengan kondisi keyboard reset, cek penekanan kunci pada keyboard.
l) Tes Disk drive: cek semua card adapter disket dan disk drive yang terpasang, POST memanggil sistem operasi dari disk.
L angkah-langkah POST tersebut dapat diringkas sebagai berikut :
a) Test 1 (Basic System): cek power supply, MPU, bus, dan ROM (langkah a-b)
b) Test 2 (Extended System): cek system timer, DMAC, 16KB lokasi awal DRAM dan PIC (langkah c-h)
c) Test 3 (Display): cek sistem pengendali signal video pada card monitor dan VRAM (langkah i)
d) Test 4 (Memory): cek lokasi DRAM di atas 16KB dengan disampling / dicuplik (langkah j)
e) Test 5 (Keyboard): cek keyboard (langkah k)
f) Test 6 (Drive): cek adapter card dan peripheral disk drive dan hard disk (langkah l)
Pesan/Peringatan Kesalahan POST
Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performance PC, visual di monitor dan beep dari speaker. Prosedur test POST yang telah dilakukan untuk memastikan bahwa unit power supply dan monitor bekerja dengan baik. Jika tahap ini dapat dilewati maka bios mulai meneruskan POST selanjutnya. Adapun hasil dari POST selanjutnya ditunjukkan dengan kode beep apabila ditemukan permasalahan. Bunyi kode beep yang ditunjukkan sesuai dengan BIOS yang digunakan.
Pada PC tertentu menggunakan tone yang pada prinsipnya sama dengan beep untuk memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara. Selain beep biasanya pada kondisi tertentu dapat dilihat juga pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk text yang ditampilkan pada layar monitor. Text tertulis merupakan bagian dari POST yang dapat dilaksanakan apabila VGA card dan monitor dalam keadaan baikdan terinstalasi dengan benar. User dapat langsung mengetahui masalah yang ada dengan membaca text peringatan. Misalnya yaitu:
Keyboard error : untuk masalah pada keyboard
CMOS error : cmos battery error atau ada masalah pada setting peripheral
HDD not Install : harddisk tidak terpasang
Secara umum pesan/peringatan kesalahan yang ditampilkan mudah untuk difahami oleh user. Hanya saja pesan dalam bahasa Inggris.
BIOS (Basic Input Output System)
Dalam dunia komputer, BIOS atau Basic Input-Output System adalah software tingkat terendah dalam komputer, itu bertindak sebagai suatu kode software yang ditanam di dalam suatu sistem komputer yang memiliki fungsi utama untuk memberi informasi visual pada saat komputer dinyalakan, memberi akses ke keyboard dan juga memberi akses komunikasi secara low-level diantara komponen hardware. BIOS menyediakan akses ke perangkat keras sistem dan memungkinkan penciptaan sistem operasi tingkat yang lebih tinggi (DOS, Windows 95, dll) yang Anda gunakan untuk menjalankan aplikasi Anda.
BIOS disimpan pada chip ROM non-volatile yang dibangun ke dalam sistem di papan ibu. BIOS perangkat lunak yang khusus dirancang untuk bekerja dengan jenis tertentu dari sistem yang bersangkutan, termasuk memiliki pengetahuan tentang cara kerja dari berbagai perangkat yang membentuk chipset pelengkap dari sistem. Dalam sistem komputer modern, isi BIOS chip dapat ditulis ulang BIOS memungkinkan perangkat lunak untuk ditingkatkan. BIOS menyediakan sebuah perpustakaan kecil dasar input / output fungsi yang digunakan untuk mengoperasikan dan mengendalikan peripheral seperti keyboard, fungsi teks tampilan dan sebagainya, dan fungsi perangkat lunak perpustakaan ini callable oleh perangkat lunak eksternal. Dalam PC IBM dan AT, kartu perifer tertentu seperti pengendali hard-drive dan menampilkan video adapter dilakukan mereka sendiri ROM BIOS ekstensi, yang menyediakan fungsionalitas tambahan.
Fungsi BIOS
1. Inisialisasi/Pengolahan komponen-komponen yang ada dalam komputer, serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
POST (Power On Self Test)
a. Processor
b. RAM
c. Chipset
d. HardDisk
e. CD Rom
f. DVD ROM
g. Flopy Arive
h. I/O
2. Memuat dan menjalankan system operasi.
3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam computer,diantaranya (tanggal, waktu, konfigurasi, media penyempanan, proses booting, kinerja serta kestabilan computer).
4. Membantu system operasi dan aplikasi dalam proses pengaturanperangkat keras dengan menggunakan BIOS runtime services.
BIOS terdiri dari komponen penting diantaranya:
1. Baterai CMOS
Berfungsi untuk menyimpan konfigurasi (tanggal/waktu/jam, setting booting)
2. ROM BIOS
a.PROM (Programable Road Only Memory)
b.R-Prom (Re-Programable ROM)
c.EPROM (Erasable PROM)
d.EEPROM (Elictracally erasable PROM)
Komponen BIOS
1. Program BIOS setup (Sebagai Dasar), memungkinkan pengguna untuk mengubah konfigurasi komputer (tipe harddisk, disk drive, manajemen daya listrik, kinerja komputer, dll) sesuai keinginan. BIOS menyembunyikan detail-detail cara pengaksesan perangkat keras yang cukup rumit apabila dilakukan secara langsung.
2. Driver (Sebagai Penghubung), untuk perangkat-perangkat keras dasar, seperti video adapter, perangkat input, prosesor, dan beberapa perangkat lainnya untuk sistem operasi dasar 16-bit (dalam hal ini adalah keluarga DOS).
3. Program Bootstoper Utama (Sebagai Proses), yang memungkinkan komputer dapat melakukan booting ke dalam sistem operasi yang terpasang.
Sistem BIOS
Sistem BIOS adalah apa yang komputer jalankan ketika baru mulai menyalakannya. Tentu saja hal ini akan bervariasi oleh produsen perangkat keras, BIOS, dll, dan terutama peripheral yang dimiliki di PC.
Berikut adalah apa yang umumnya terjadi saat menghidupkan daya system:
1. Catu daya internal menyala dan inisialisasi. Catu daya memerlukan waktu sampai menghasilkan tenaga yang diandalkan untuk sisa komputer, setelah itu mengaktifkan prematur berpotensi menimbulkan kerusakan. Chipset menghasilkan sinyal reset ke prosesor sampai menerima sinyal Power Baik dari catu daya.
2. Ketika tombol reset dilepaskan, prosesor akan siap untuk mulai mengeksekusi. Ketika prosesor pertama dijalankan, ia menderita amnesia, tidak ada sama sekali dalam memori untuk mengeksekusi. Tentu saja pembuat prosesor tahu ini akan terjadi, sehingga mereka pra-program prosesor untuk selalu melihat tempat yang sama dalam sistem BIOS ROM untuk memulai program BIOS boot.
3. BIOS melakukan power-on self test (POST). Jika ada kesalahan fatal, berhenti boot proses. kode beep POST dapat ditemukan di daerah ini Ahli Mengatasi Masalah.
4. BIOS mencari video card. Secara khusus, terlihat untuk kartu video yang terintegrasi di BIOS program dan menjalankannya. BIOS ini biasanya ditemukan di C000h lokasi di memori. Sistem BIOS mengeksekusi video card BIOS, yang menginisialisasi kartu video. Kebanyakan kartu modern akan menampilkan informasi pada layar tentang kartu video.
5. BIOS akan mencari ROM perangkat lain 'untuk melihat apakah ada dari mereka memiliki BIOS. Biasanya, IDE / ATA hard disk BIOS akan ditemukan di C8000h dan dieksekusi. Jika ada BIOS perangkat lain ditemukan, mereka dieksekusi juga.
6. Layar BIOS startup
7. BIOS melakukan tes lebih lanjut tentang sistem, termasuk uji memori menghitung-up yang Anda lihat pada layar. BIOS umumnya akan menampilkan pesan kesalahan teks pada layar jika menemukan kesalahan pada titik ini, pesan kesalahan ini dan penjelasan mereka dapat ditemukan di bagian Pemecahan Masalah Ahli.
8. BIOS melakukan sistem persediaanmacam, melakukan tes lebih banyak untuk menentukan apa jenis hardware dalam sistem. BIOS modern memiliki pengaturan otomatis banyak dan akan menentukan waktu memori (misalnya) berdasarkan pada jenis memori yang ditemukan. Banyak BIOS juga dapat secara dinamis mengatur parameter hard drive dan mode akses, dan akan menentukan ini di sekitar saat ini. Beberapa akan menampilkan pesan pada layar untuk setiap drive mereka mendeteksi dan mengkonfigurasi dengan cara ini. BIOS juga akan sekarang mencari dan label perangkat logis (COM dan LPT port).
9. Jika BIOS mendukung standar Plug and Play, itu akan mendeteksi dan mengkonfigurasi perangkat Plug and Play pada saat ini dan menampilkan pesan pada layar untuk masing-masing yang ditemukan. Lihat di sini untuk rincian lebih lanjut tentang cara PnP mendeteksi perangkat dan memberikan sumber daya.
10. BIOS akan menampilkan layar ringkasan tentang konfigurasi sistem Anda. Memeriksa halaman ini data dapat membantu dalam mendiagnosis masalah-masalah pengaturan, meskipun akan sulit untuk dilihat karena terkadang berkedip di layar sangat cepat sebelum bergulir dari atas.
11. BIOS mulai mencari drive untuk boot dari. Kebanyakan BIOS modern berisipengaturan yang mengontrol jika sistem harus terlebih dahulu mencoba boot darifloppy disk (A:) atau pertama kali mencoba hard disk (C:). Beberapa BIOS bahkan akan membiarkan Anda boot dari CD-ROM drive atau perangkat lain, tergantung pada urutan boot pengaturan BIOS.
12. Setelah mengidentifikasi target drive boot, BIOS mencari informasi boot untuk memulai proses boot sistem operasi. Jika mencari hard disk, akan mencari master boot record dari silinder 0, kepala 0, sektor 1 (sektor pertama pada disk); jika mencari floppy disk, terlihat di alamat yang sama pada floppy disk untuk sektor boot volume.
13. Jika menemukan apa yang cari, BIOS memulai proses booting sistem operasi, dengan menggunakan informasi di sektor boot. Pada titik ini, kode di sektor boot mengambil alih dari BIOS. Proses boot DOS dijelaskan secara rinci di sini. Jika perangkat pertama bahwa sistem yang mencoba (disket, hard disk, dll) tidak ditemukan, maka BIOS akan mencoba perangkat berikutnya dalam urutan boot, dan terus sampai menemukan perangkat bootable.
14. Jika tidak ada boot device sama sekali dapat ditemukan, sistem ini biasanya akan menampilkan pesan kesalahan dan kemudian membeku sistem. Apa pesan kesalahan sepenuhnya tergantung pada BIOS, dan bisa apa saja dari perangkat Tidak boot yang tersediaagak jelas ke ROM NO DASAR - SISTEM dihentikansangat samar. Ini juga akan terjadi jika Anda memiliki partisi bootable disk keras tapi lupa untuk set aktif. Proses ini disebut cold boot(sejak mesin itu mati, atau dingin, ketika memulai). Sebuah boot hangatadalah hal yang sama kecuali itu terjadi ketika reboot menggunakan {Ctrl} + {Alt + {Hapus}} atau mirip. Dalam hal ini POST dilewati dan proses boot terus kira-kira pada langkah 8 diatas.
Bagaimana BIOS booting?
BIOS menjalankan flash memory onboard ketika komputer dinyalakan dan akan menginisialisasi chipset dan juga subsistem dari memori. Selanjutnya, dia akan mendekompres dirinya sendiri dari flash memory tadi untuk kemudian menuju ke memori utama dan mulai dieksekusi dari sana. Kode PC BIOS biasanya juga berisi semacam diagnosa untuk memastikan kondisi dari komponen hardware yang sifatnya penting, seperti misalnya keyboard, disk drive, I/O ports dan lain sebagainya. BIOS memastikan apakah alat-alat tersebut bisa berfungsi dengan baik dan diinisialisasi dengan benar. Hampir semua implementasi BIOS dapat mengeksekusi suatu program setup melalui CMOS memory. Memori ini menyimpan konfigurasi yang dapat diatur oleh user (seperti time, date dan juga informasi detail mengenai hardisk dan lain sebagainya) dan bisa diakses oleh BIOS.
Pada implementasi BIOS yang modern, seseorang dapat memilih apa yang dibooting pertama kali, seperti CD, hardisk, floppy disk, flash keydrive dan lain sebagainya. Ini sangat berguna ketika Anda ingin menginstall suatu sistem operasi atau juga melakukan booting dari CD-ROM. Bahkan Anda juga bisa melakukan booting dari media USB. Beberapa sistem BIOS membolehkan user untuk memilih sistem operasi yang ingin diload (misalnya load OS lain dari hardisk yang berbeda dalam satu PC), meskipun cara ini sekarang lebih sering dihandle oleh fase berikutnya atau yang sering dikenal dengan tool boot loader.
BIOS disimpan pada chip ROM non-volatile yang dibangun ke dalam sistem di papan ibu. BIOS perangkat lunak yang khusus dirancang untuk bekerja dengan jenis tertentu dari sistem yang bersangkutan, termasuk memiliki pengetahuan tentang cara kerja dari berbagai perangkat yang membentuk chipset pelengkap dari sistem. Dalam sistem komputer modern, isi BIOS chip dapat ditulis ulang BIOS memungkinkan perangkat lunak untuk ditingkatkan. BIOS menyediakan sebuah perpustakaan kecil dasar input / output fungsi yang digunakan untuk mengoperasikan dan mengendalikan peripheral seperti keyboard, fungsi teks tampilan dan sebagainya, dan fungsi perangkat lunak perpustakaan ini callable oleh perangkat lunak eksternal. Dalam PC IBM dan AT, kartu perifer tertentu seperti pengendali hard-drive dan menampilkan video adapter dilakukan mereka sendiri ROM BIOS ekstensi, yang menyediakan fungsionalitas tambahan.
Fungsi BIOS
1. Inisialisasi/Pengolahan komponen-komponen yang ada dalam komputer, serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
POST (Power On Self Test)
a. Processor
b. RAM
c. Chipset
d. HardDisk
e. CD Rom
f. DVD ROM
g. Flopy Arive
h. I/O
2. Memuat dan menjalankan system operasi.
3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam computer,diantaranya (tanggal, waktu, konfigurasi, media penyempanan, proses booting, kinerja serta kestabilan computer).
4. Membantu system operasi dan aplikasi dalam proses pengaturanperangkat keras dengan menggunakan BIOS runtime services.
BIOS terdiri dari komponen penting diantaranya:
1. Baterai CMOS
Berfungsi untuk menyimpan konfigurasi (tanggal/waktu/jam, setting booting)
2. ROM BIOS
a.PROM (Programable Road Only Memory)
b.R-Prom (Re-Programable ROM)
c.EPROM (Erasable PROM)
d.EEPROM (Elictracally erasable PROM)
Komponen BIOS
1. Program BIOS setup (Sebagai Dasar), memungkinkan pengguna untuk mengubah konfigurasi komputer (tipe harddisk, disk drive, manajemen daya listrik, kinerja komputer, dll) sesuai keinginan. BIOS menyembunyikan detail-detail cara pengaksesan perangkat keras yang cukup rumit apabila dilakukan secara langsung.
2. Driver (Sebagai Penghubung), untuk perangkat-perangkat keras dasar, seperti video adapter, perangkat input, prosesor, dan beberapa perangkat lainnya untuk sistem operasi dasar 16-bit (dalam hal ini adalah keluarga DOS).
3. Program Bootstoper Utama (Sebagai Proses), yang memungkinkan komputer dapat melakukan booting ke dalam sistem operasi yang terpasang.
Sistem BIOS
Sistem BIOS adalah apa yang komputer jalankan ketika baru mulai menyalakannya. Tentu saja hal ini akan bervariasi oleh produsen perangkat keras, BIOS, dll, dan terutama peripheral yang dimiliki di PC.
Berikut adalah apa yang umumnya terjadi saat menghidupkan daya system:
1. Catu daya internal menyala dan inisialisasi. Catu daya memerlukan waktu sampai menghasilkan tenaga yang diandalkan untuk sisa komputer, setelah itu mengaktifkan prematur berpotensi menimbulkan kerusakan. Chipset menghasilkan sinyal reset ke prosesor sampai menerima sinyal Power Baik dari catu daya.
2. Ketika tombol reset dilepaskan, prosesor akan siap untuk mulai mengeksekusi. Ketika prosesor pertama dijalankan, ia menderita amnesia, tidak ada sama sekali dalam memori untuk mengeksekusi. Tentu saja pembuat prosesor tahu ini akan terjadi, sehingga mereka pra-program prosesor untuk selalu melihat tempat yang sama dalam sistem BIOS ROM untuk memulai program BIOS boot.
3. BIOS melakukan power-on self test (POST). Jika ada kesalahan fatal, berhenti boot proses. kode beep POST dapat ditemukan di daerah ini Ahli Mengatasi Masalah.
4. BIOS mencari video card. Secara khusus, terlihat untuk kartu video yang terintegrasi di BIOS program dan menjalankannya. BIOS ini biasanya ditemukan di C000h lokasi di memori. Sistem BIOS mengeksekusi video card BIOS, yang menginisialisasi kartu video. Kebanyakan kartu modern akan menampilkan informasi pada layar tentang kartu video.
5. BIOS akan mencari ROM perangkat lain 'untuk melihat apakah ada dari mereka memiliki BIOS. Biasanya, IDE / ATA hard disk BIOS akan ditemukan di C8000h dan dieksekusi. Jika ada BIOS perangkat lain ditemukan, mereka dieksekusi juga.
6. Layar BIOS startup
7. BIOS melakukan tes lebih lanjut tentang sistem, termasuk uji memori menghitung-up yang Anda lihat pada layar. BIOS umumnya akan menampilkan pesan kesalahan teks pada layar jika menemukan kesalahan pada titik ini, pesan kesalahan ini dan penjelasan mereka dapat ditemukan di bagian Pemecahan Masalah Ahli.
8. BIOS melakukan sistem persediaanmacam, melakukan tes lebih banyak untuk menentukan apa jenis hardware dalam sistem. BIOS modern memiliki pengaturan otomatis banyak dan akan menentukan waktu memori (misalnya) berdasarkan pada jenis memori yang ditemukan. Banyak BIOS juga dapat secara dinamis mengatur parameter hard drive dan mode akses, dan akan menentukan ini di sekitar saat ini. Beberapa akan menampilkan pesan pada layar untuk setiap drive mereka mendeteksi dan mengkonfigurasi dengan cara ini. BIOS juga akan sekarang mencari dan label perangkat logis (COM dan LPT port).
9. Jika BIOS mendukung standar Plug and Play, itu akan mendeteksi dan mengkonfigurasi perangkat Plug and Play pada saat ini dan menampilkan pesan pada layar untuk masing-masing yang ditemukan. Lihat di sini untuk rincian lebih lanjut tentang cara PnP mendeteksi perangkat dan memberikan sumber daya.
10. BIOS akan menampilkan layar ringkasan tentang konfigurasi sistem Anda. Memeriksa halaman ini data dapat membantu dalam mendiagnosis masalah-masalah pengaturan, meskipun akan sulit untuk dilihat karena terkadang berkedip di layar sangat cepat sebelum bergulir dari atas.
11. BIOS mulai mencari drive untuk boot dari. Kebanyakan BIOS modern berisipengaturan yang mengontrol jika sistem harus terlebih dahulu mencoba boot darifloppy disk (A:) atau pertama kali mencoba hard disk (C:). Beberapa BIOS bahkan akan membiarkan Anda boot dari CD-ROM drive atau perangkat lain, tergantung pada urutan boot pengaturan BIOS.
12. Setelah mengidentifikasi target drive boot, BIOS mencari informasi boot untuk memulai proses boot sistem operasi. Jika mencari hard disk, akan mencari master boot record dari silinder 0, kepala 0, sektor 1 (sektor pertama pada disk); jika mencari floppy disk, terlihat di alamat yang sama pada floppy disk untuk sektor boot volume.
13. Jika menemukan apa yang cari, BIOS memulai proses booting sistem operasi, dengan menggunakan informasi di sektor boot. Pada titik ini, kode di sektor boot mengambil alih dari BIOS. Proses boot DOS dijelaskan secara rinci di sini. Jika perangkat pertama bahwa sistem yang mencoba (disket, hard disk, dll) tidak ditemukan, maka BIOS akan mencoba perangkat berikutnya dalam urutan boot, dan terus sampai menemukan perangkat bootable.
14. Jika tidak ada boot device sama sekali dapat ditemukan, sistem ini biasanya akan menampilkan pesan kesalahan dan kemudian membeku sistem. Apa pesan kesalahan sepenuhnya tergantung pada BIOS, dan bisa apa saja dari perangkat Tidak boot yang tersediaagak jelas ke ROM NO DASAR - SISTEM dihentikansangat samar. Ini juga akan terjadi jika Anda memiliki partisi bootable disk keras tapi lupa untuk set aktif. Proses ini disebut cold boot(sejak mesin itu mati, atau dingin, ketika memulai). Sebuah boot hangatadalah hal yang sama kecuali itu terjadi ketika reboot menggunakan {Ctrl} + {Alt + {Hapus}} atau mirip. Dalam hal ini POST dilewati dan proses boot terus kira-kira pada langkah 8 diatas.
Bagaimana BIOS booting?
BIOS menjalankan flash memory onboard ketika komputer dinyalakan dan akan menginisialisasi chipset dan juga subsistem dari memori. Selanjutnya, dia akan mendekompres dirinya sendiri dari flash memory tadi untuk kemudian menuju ke memori utama dan mulai dieksekusi dari sana. Kode PC BIOS biasanya juga berisi semacam diagnosa untuk memastikan kondisi dari komponen hardware yang sifatnya penting, seperti misalnya keyboard, disk drive, I/O ports dan lain sebagainya. BIOS memastikan apakah alat-alat tersebut bisa berfungsi dengan baik dan diinisialisasi dengan benar. Hampir semua implementasi BIOS dapat mengeksekusi suatu program setup melalui CMOS memory. Memori ini menyimpan konfigurasi yang dapat diatur oleh user (seperti time, date dan juga informasi detail mengenai hardisk dan lain sebagainya) dan bisa diakses oleh BIOS.
Pada implementasi BIOS yang modern, seseorang dapat memilih apa yang dibooting pertama kali, seperti CD, hardisk, floppy disk, flash keydrive dan lain sebagainya. Ini sangat berguna ketika Anda ingin menginstall suatu sistem operasi atau juga melakukan booting dari CD-ROM. Bahkan Anda juga bisa melakukan booting dari media USB. Beberapa sistem BIOS membolehkan user untuk memilih sistem operasi yang ingin diload (misalnya load OS lain dari hardisk yang berbeda dalam satu PC), meskipun cara ini sekarang lebih sering dihandle oleh fase berikutnya atau yang sering dikenal dengan tool boot loader.
Langganan:
Postingan (Atom)
